FCC Kaji "Masa Depan Media"
Sample ImageFederal Communication Commission (FCC) AS secara resmi meluncurkan kajian masa depan media dan kebutuhan informasi masyarakat pada 18 Februari dengan janji untuk menjaga Amandemen Pertama konstitusi AS (Kebebasan berbicara) sebagai prinsip yang harus diingat.


Federal Communication Commission (FCC) AS secara resmi meluncurkan kajian masa depan media dan kebutuhan informasi masyarakat pada 18 Februari dengan janji untuk menjaga Amandemen Pertama konstitusi AS (Kebebasan berbicara) sebagai prinsip yang harus diingat.
 
Penasihat Khusus Ketua FCC, Steve Waldman , memberikan penjelasan pada rapat publik,  pekan lalu. Waldman, yang memimpin proyek ini sudah memulai bekerja beberapa bulan sebelumnya dengan mengumpulkan tim yang terdiri dari berbagai lembaga dan sudah mulai mengumpulkan informasi awal. Dia menyatakan bahwa titik awal kajian ini adalah Amandemen Pertama konstitusi AS, "setiap kali pemerintah berbicara mengenai madia maka harus dilakukan dengan "sangat-sangat hati-hati".

Titik awal selanjutnya adalah workshop mengenai "masa depan media dan kebutuhan informasi masyarakat", yang dijadwalkan pada 4 Maret bulan depan. Waldman menyatakan bahwa kajian ini akan difokuskan pada TV dan stasiun radio. Waldman yang juga mantan jurnalis di Newsweek, U.S News & World Report ini menyatakan bahwa kesetiaannya pada kebebasan berbicara tidak hanya retorika namun, merupakan keyakinan seorang wartawan.

Menyusul presentasi  Waldman, Ketua FCC, Julius Genachowski mendukung dengan menyatakan bahwa proses (pengkajian) ini akan terjadi secara terbuka dan adil sambil menekankan keinginannya untuk membangun lembaga yang lebih transparan dan konsisten dengan tujuannya yaitu kebebasan berbicara dalam demokrasi.

Waldman menyatakan tujuan (kajian ini) adalah untuk menjamin masyarakat memiliki sumber informasi yang dinamis dan beragam serta mengukur apakah kebijakan FCC cocok untuk tujuan itu pada saat lanskap media berubah secara dramatis. Dia juga menjelaskan bahwa laporan kajian ini akan ada pada akhir 2010.

Di sisi lain, baik Waldman dan Genachowski menyatakan terima kasih kepada komisioner FCC, Copps untuk perhatiannya pada isu ini. Copps  memuji proyek ini dengan menyatakan FCC tidak memiliki bisnis penting lain selain hal ini. Dia juga menyarankan jika Broadband Plan (rencana pengaturan frekuensi pitalebar) sudah selesai, mungkin beberapa staf dapat dialihkan untuk membantu kajian ini.

Copps juga menyatakan bahwa sudah waktunya untuk beraksi secepatnya. "Waktu bukan teman kita, dan jurnalisme mengalami penurunan yang terukur setiap bulannya, jadi ini bukan waktunya untuk sebuah proses yang bertele-tele". "Dengan "tangki" jurnalisme dengan cepat mendekati "habis" di beberapa wilayah lokal, gaya kerja yang santai hanya membuat situasi menjadi semakin berbahaya. Komisi ini (FCC) memiliki kewajiban untuk mencegah hal itu terjadi, "jelas Copps.
 
Sedangkan, Komisioner FCC yang lain Robert McDowell harus keluar dari pertemuan lebih cepat karena mengejar pesawat, namun dia mengeluarkan pernyataan yang mempertanyakan kewenangan FCC untuk melangkah lebih lanjut dalam menanggapi isu ini.

"Apakah pemerintah punya peran dalam usaha untuk menjaga atau mengubah jurnalisme?" tanya McDowell dalam komentar tertulisnya. "Apa implikasi legal, konstitusional dan kebijakan dari usaha itu?

McDowell melanjutkan dengan menyatakan laporan mengenai kemunduran jurnalisme adalah prematur. "Saya pada dasarnya tidak setuju dengan pendapat yang membawa FCC membahas masalah (kemunduran jurnalisme) ini. Sebagai anak dari dua wartawan, saya pasti mengakui bahwa model bisnis yang didukung wartawan profesional sepanjang abad ke-20 berada di tengah-tengah pergolakan besar. Namun, sebagai seorang mahasiswa sejarah, saya tidak menyamakan periode transisi saat ini, walaupun di tengah ketidakpastian,  dampak kemunduran jurnalisme Amerika atau media dan hubungannya dengan kemampuan (media) untuk mendukung berfungsinya demokrasi kita."Red/SH dari broadcastingandcable.com