DPRD dan KPID Bali Minta TV Tidak Bersiaran Saat Nyepi
"Kami minta KPI Pusat mengimbau stasiun TV nasional untuk tidak bersiaran termasuk TV kabel pada saat Nyepi 5 Maret. Kami mengimbau agar ada semangat saling menghargai," ujar I Made Arjaya, Ketua Komisi I DPRD Bali didampingi Komang Suarsana, Ketua KPID Bali. Permintaan ini disampaikan kedua pimpinan rombongan yang terdiri dari Anggota Komisi I DPRD Bali dan KPID Bali yang baru saja dilantik pada saat berkunjung ke KPI Pusat, Selasa, 8 Februari 2011.
Arjaya juga menyampaikan bahwa tahun lalu, stasiun TV nasional tidak bersiaran di Bali. Namun untuk tahun ini, selain stasiun TV yang bersiaran nasional, DPRD Bali juga meminta stasiun TV berlangganan untuk tidak bersiaran. Sedangkan untuk TV lokal di Bali sudah otomatis tidak akan melakukan siaran pada saat Nyepi.
"KPID Bali tetap minta dukungan dan komitmen yang sama seperti tahun lalu serta komitmen karena secara teknis memungkinkan," tambah Komang. Arjaya menambahkan, DPRD dan KPID Bali juga sudah berkoordinasi dengan asosiasi tempat hiburan, hotel dan restoran. "Mereka sudah sepakat untuk tidak menyiarkan TV kabel,"ujarnya.
Nina Mutmainnah, Wakil Ketua KPI Pusat yang menerima rombongan, merespon positif permintaan dari perwakilan masyarakat Bali ini. KPI Pusat akan mendukung permintaan ini. "Semua pihak menerima ini dengan baik. Tidak ada satupun yang menolak. Dari sudut regulator, rakyat dan pemerintah mendukung. KPI pusat akan meneruskan apa yang diharapkan oleh DPRD dan KPID," tuturnya.
Walaupun pada saat Nyepi aktivitas sehari hari berhenti selama satu hari dari pukul 06.00 WITA mulai 5 Maret dan berakhir pada pukul 06.00 WITA 6 Maret, namun kegiatan ini boleh diliputoleh media. Menurut Arjaya, pelaksanaan Nyepi ini juga harus ditunjukkan kepada dunia. "Kami di Bali punya local genius, membantu mengurangi global warming, kami ingin sampaikan kepada dunia bahwa Bali peduli lingkungan. Bayangkan berapa banyak bahan bakar yang bisa dihemat, karena semua aktifitas berhenti," kata Arjaya. Namun mengenai teknis peliputan akan diatur oleh KPID bekerjasama dengan masyarakat adat. Tim peliputan akan dibatasi masing-masing satu tim yang terdiri dari dua orang untuk masing-masing stasiun. Lokasi tim media juga akan disebar agar tidak terkonsentrasi di satu tempat
Selain soal Nyepi, Komang juga memperkenalkan anggota KPID Bali yang baru saja dilantik, yaitu Nyoman Sri (Wakil Ketua), Wayan Yase (Koordinator Bidang Isi Siaran), Made Putu Widyawan dan Made Nurbawa yang turut hadir ke Jakarta. Sedangkan Sri artamimbar dan Nyoman Mardika tidak dapat hadir karena ada keperluan lain. Selain anggota KPID yang baru, dalam rombongan juga turut hadir beberapa Anggota Komisi I DPRD Bali dan staf sekretariat DPRD.
Idy Muzayyad, Anggota Bidang Kelembagaan KPI Pusat yang juga hadir di acara ini memberikan apresiasi hubungan baik yang terbina antara KPID Bali dengan DPRD dan Pemerintah Daerah. "Dari 29 KPID di Indonesia, KPID Bali termasuk beruntung, support dari DPRD sungguh luar biasa. jarang dialami daerah lain. Menurut Iddy pola relasi yang baik antara harus ditularkan ke KPID yg lain karena kerjasama yang baik ini akan meningkatkan kinerja KPID.Red/SH