Discovery Batalkan Penayangan Dokumenter Seputar Autopsi Michael Jackson
Discovery Televsion Network membatalkan rencana untuk menyiarkan acara yang akan menampilkan autopsi jenazah Michael Jackson setelah suara keberatan datang dari berbagai pihak begitu melihat iklan program ini.
Acara yang berjudul ‘Michael Jackson’s Autopsy: What Really Killed Michael Jackson’ ini sedianya akan ditayangkan tanggal 13 Januari di UK dan beberapa Negara di Eropa tapi tidak dijadwalkan di Amerika maupun Canada.
Begitu iklan cetak program ini keluar, para fans Jackson dari seluruh dunia langsung mengeluarkan petisi keberatan atas program ini yang dimulai sejak bulan lalu. Iklan cetak ini memperlihatkan satu badan yang tertutup sehelai kain dengan satu tangan keluar terlihat menggunakan sarung tangan berpayet terkenal mirip sang legenda. Protes senada juga dilayangkan oleh keluarga Jackson, dalam hal ini diwakili John McClain dan John Branca yang kemudian menulis surat kepada pihak Discovery Communications.
“Keputusan Anda untuk menayangkan program ini benar-benar sangat buruk, tak sensitif terhadap keluarga Michael dan semata-mata dimotivasi oleh keinginan ceroboh untuk mengeksploitasi kematian Michael. Atas nama keluarga Michael, fans, pikiran sehat dan kesusilaan, kami meminta Anda untuk mempertimbangkan dan membatalkan program ini,” tulis mereka dalam surat itu.
Sempat tidak mau memberikan komentar atas petisi fans maupun isi surat dari keluarga, pihak Discovery akhirnya merilis pernyataan resmi. “Memberikan sikap atas catatan resmi (petisi) dan permintaan dari keluarga Michael Jackson, jadwal siaran dokumenter medis yang terkait dengan autopsi Michael Jackson ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan,” tulis Discovery Networks International dalam statement resminya.
Setelah mendengar keputusan Discovery, McClain dan Branca mengaku senang. “Kami sangat berharap bahwa acara ini tidak akan pernah ditayangkan di mana pun nanti.”
Jackson (50) meninggal di Bulan Juni 2009 karena overdosis obat dan kandungan anesthetic propofol yang sangat kuat yang diberikan Dr. Conrad Murray. Karena mengaku memberikan propofol dengan tujuan agar pasiennya tidur, Murray dianggap tidak bersalah. Sebelum sidangnya di Los Angeles pada 4 Januari nanti, akan diadakan hearing yang akan menetapkan beberapa bukti yang mendukungnya. Red/RG dari berbagai sumber