Dianggap Provokator, Al-Jazeera Mesir Terkena Larangan Penyiaran

Kairo - Saluran TV satelit Al-Jazeera Mesir mengatakan pada hari Minggu kemarin, 11 September 2011, bahwa pemerintah Mesir telah mencegah mereka melakukan penyiaran, setelah aparat keamanan memasuki kantor dan menyita peralatan transmisi.

Ahmed Zain, kepala saluran Al-Jazeera di Kairo, mengatakan kepada AFP bahwa polisi, petugas dari kementerian budaya dan wakil-wakil dari lembaga penyiaran publik Mesir juga telah menyita bahan-bahan siaran mereka dan salah satu teknisi ditangkap.

Dia mengatakan bahwa pejabat Mesir mengatakan Al-Jazeera tidak memiliki lisensi resmi untuk siaran dan adanya keluhan dari beberapa pihak. Dia mengatakan seorang pengacara juga menuduh saluran Al-Jazeera menabur perbedaan pendapat dan "menyerukan demonstrasi."

Zain mengatakan Al-Jazeera Mesir pada tanggal 20 Maret lalu telah meminta izin resmi, dan sudah mendapat jaminan bisa terus melakukan siaran sementara.

Kantor berita resmi MENA melaporkan bahwa penutupan hanya mempengaruhi Al-Jazeera Mesir, bukan kantor-kantor Al-Jazeera di Kairo dan Al-Jazeera International, yang memiliki lisensi yang valid.

Pihak berwenang Mesir yang berkuasa telah menindak media yang dipandang sebagai alat menyebarkan informasi yang mungkin menyebabkan ketidakstabilan di Mesir selama masa transisi menyusul dimakzulkannya Presiden Hosni Mubarak dan transfer kekuasaan kepada militer.

Pada hari Rabu lalu, pemerintah memerintahkan pembekuan izin televisi satelit baru setelah pertemuan dengan jenderal tingkat atas atas insiden "kerusuhan media," lapor MENA. (Red/RG)