Comcast dan Time Warner Bekerjasama untuk Mengontrol TV Apa yang Dapat Anda Tonton
Sample ImageWacana paling baru yang berkembang saat ini adalah bagaimana usaha Hulu yang menyediakan program TV secara online dapat mengancam industri TV karena masyarakat mulai sadar bahwa mereka tidak perlu membayar uang banyak untuk membayar TV berlangganan yang selama ini memonopoli program.
Wacana paling baru yang berkembang saat ini adalah bagaimana usaha Hulu yang menyediakan program TV secara online dapat mengancam industri TV karena masyarakat mulai sadar bahwa mereka tidak perlu membayar uang banyak untuk membayar TV berlangganan yang selama ini memonopoli program. Para penyedia konten juga menyadari bahwa hal ini dapat menjadi masalah juga. Karena selama ini, TV berlangganan membayar uang untuk hak siar dalam jumlah banyak kepada penyedia konten. Dalam hal ini, TV Berlangganan masih tetap ingin para pelanggan membayar sejumlah uang untuk menonton siarannya dan para pembuat konten masih tetap ingin menerima bayaran atas karyanya dari TV berlanganan.

Jadi, tidak menjadi sebuah kejutan ketika pada Februari lalu ada kabar bahwa perusahaan TV berlangganan dan penyedia konten membuat perjanjian untuk membatasi video jenis apa yang dapat diakses secara online. Cara yang ditempuh adalah membuat penonton untuk melakukan otentifikasi terlebih dahulu sebelum menonton sebuah konten online. Untuk itu, juga tidak menjadi kejutan bahwa Comcast dan Time Warner mengumumkan bahwa mereka telah membuat perjanjian.

Hal ini memunculkan wacana mengenai potensi monopoli yang mungkin terjadi. Industri sedang bekerjasama untuk membatasi pilihan konsumen. Pada saat yang bersamaan, mereka sudah memiliki "separuh" monopoli di beberapa daerah. Mereka melakukan ini untuk menjaga agar harga tetap tinggi di tengah-tengah kehadiran pesaing dari internet. Menurut anda apakah ini akan menjadi masalah?

Isu sebenarnya adalah, alih-alih merangkul potensi yang tersedia di internet, perusahaan-perusahaan ini malah justru mencoba menyingkirkan potensi tersebut dan bahkan menyebut bahwa layanan TV mereka adalah "the future of television" (masa depan televisi). Menurut Om Malik, seorang penulis senior dan pemerhati media, "perjanjian ini dengan jelas memperlihatkan apa yang ingin dilakukan oleh perusahaan TV berlangganan, yaitu mereka ingin tetap mempertahankan waralaba video yang mereka miliki. Ini bukan tentang melihat ke depan, tetapi lebih pada melanggengkan apa yang sudah ada".Red/SH dari www.techdirt.com