Tujuh anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah (Jateng) periode 2010-2013, Kamis (13/1) dilantik Gubernur Bibit Waluyo di Ghradika Bhaktipraja. Ketujuh anggota KPID tersebut adalah Sosiawan, Budi Sudaryanto, Najahan Musyafak, Zaenal Abidin (keempatnya anggota periode 2007-2010), Isdiyanto (unsur media massa), Mulyo Hadi Purnomo (dosen Fakultas Ilmu Budaya Undip), dan Farkhan Hilmie (aktivis KNPI Jateng).

Usai dilantik mereka langsung menggelar rapat internal untuk memilih ketua dan wakil ketua, serta membahas program kerja. Rapat memutuskan Budi Sudaryanto sebagai ketua dan Mulyo Hadi Purnomo sebagai wakil ketua.

Menurut salah seorang anggota KPID, Isdiyanto, rapat juga menyepakati untuk memanggil pimpinan RCTI guna dimintai keterangan terkait program Silet tanggal 7 November 2010 yang dinilai tidak patut. Sebab, acara itu memaparkan bahwa berbagai bencana alam di Indonesia, termasuk meletusnya Gunung Merapi, terjadi akibat tiga dosa besar Raden Patah. ”Hari ini (kemarin-red) kami mengirim surat panggilan kepada pimpinan RCTI,” ungkapnya.

Isi Siaran


Gubernur meminta KPID memperkuat fungsinya untuk melakukan pengawasan isi siaran agar informasi yang disampaikan ke masyarakat bermanfaat.

Gubernur meminta komisioner KPID turut serta mengawal proses pembangunan Jateng, dengan melakukan evaluasi terhadap materi penyiaran yang disampaikan kepada masyarakat. Penyampaian informasi tentang pembangunan, lanjut Gubernur, harus disampaikan secara proporsional agar tidak membingungkan masyarakat.

”Informasi yang ditujukan kepada masyarakat harus jelas, serta mencerdaskan, sehingga dapat mendukung program Bali Ndeso Bangun Deso. Karena program itu adalah gerakan moral, sehingga diperlukan informasi publik yang baik dan proposional,” katanya. Red/RG dari SM