Bentuk Posko Pemberitaan Bencana Alam
Simpang siurnya pemberitaan dari lembaga penyiaran publik (LPP) ketika peliputan bencana alam menjadi perhatian serius Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Untuk validasi dan akurasi data, KPI menggagas dibentuknya posko penyiaran bencana alam.
Adanya
posko ini, diharapkan proses peliputan, penyiaran, hingga rehabilitasi
pascabencana bisa tertata dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi
masyarakat. Menurut anggota KPI Pusat, Mochamad Riyanto, dari banyaknya
bencana alam yang terjadi, informasi yang disampaikan beberapa media
selalu berbeda.
Perbedaan yang kerap terjadi
menyangkut jumlah korban, kerusakan, maupun apa yang nantinya diprediksi
akan terjadi. "Adanya posko pemberitaan ini menjadikan sumber informasi
satu pintu, guna menjamin validasi. Harus diakui, berbedanya
pemberitaan dari setiap media menjadikan beban psikologis tersendiri
bagi masyarakat," katanya, usai menggelar pertemuan dengan sejumlah LPP
negeri maupun swasta di kantor KPID Jateng, Kamis 11 November 2010.
Hadir
dalam rapat koordinasi itu perwakilan dari TVRI, RRI, dan sejumlah LPP
swasta lainnya. Riyanto menyatakan, pemberitaan bencana banyak yang
tidak berimbang. Meski demikian, diakuinya pemberitaan memang faktual
karena tim peliput langsung terjun ke lokasi.
Namun
demikian, bencana yang diliput di suatu tempat tentunya berbeda dengan
lokasi lain. "Cukup banyak juga berita yang sensasional dan cenderung
melebih-melebihkan sehingga justru merugikan masyarakat. Posko ini
diharapkan menjadikan LPP sebagai sumber informasi yang beradab," papar
Riyanto yang juga Sekjen Ikatan Motor Indonesia (IMI) tersebut.
Untuk
bencana Gunung Merapi, diakuinya KPID Jateng telah membentuk posko
tersebut di tiga daerah yakni Kabupaten Klaten, Boyolali, dan Magelang.
Meski sudah terbentuk, namun selama ini beritanya belum di pool sehingga
pemberitaan tetap saja berbeda.
"Kami hanya memfasilitasi, masing-masing LPP yang melakukan pembahasan. Bila hal itu terwujud, informasi bencana diharap bisa lebih obyektif, valid, dan rasional," terangnya. Red/RG dari SM