Anak dan Remaja Harus Dilindungi

altDenpasar - Anak dan remaja merupakan kelompok dalam masyarakat yang rawan terhadap pengaruh media massa khususnya elektornik. Cukup banyak anak-anak kehilangan masa kanaknya akibat terlalu banyak mengkonsumsi isi media elektronik. Untuk mencegah hilangnya masa kanak tersebut, perlu ada upaya untuk melindunginya.

Peringatan tersebut disampaikan pengamat media anak, Guntarto, di sela-sela pemberian materi Training of Trainer (ToT) Literasi Media KPI, di Hotel Dhyana Pura, Bali, Kamis, 14 Juli 2011.

“Banyaknya materi dewasa yang masuk di kepalanya yang membuat mereka menjadi cepat dewasa sebelum waktunya, dan ini tentu menimbulkan banyak masalah,” lanjut Guntarto.

Menurut Guntarto, sulitnya anak-anak dan remaja mencegah dampak buruk dari tayangan televisi karena daya kritis mereka belum terbentuk. Sedangkan, lanjutnya, jam mengkonsumsi medianya tinggi, sementara isi medianya banyak yang tidak aman. “Ditambah lagi peran orangtua belum optimal,” katanya.

Guntarto juga mengingatkan beberapa kategori bahaya pada isi media anak. Isi media yang masuk dalam kategori ini isinya lebih banyak bermuatan negatifnya, seperti kekerasan, mistis, seks, bahasa kasar, ataupun cerita yang rumit dibanding muatan positifnya.

Selain itu, kata Guntarto, muatan negatif dalam tayangan yang masuk dalam kategori ini frekuensi kemunculannya cukup tinggi, sehingga keberadaannya bukan lagi dimaksudkan untuk mengembangkan cerita, namun sudah menjadi inti atau bagian utama. “Media dengan isi seperti ini jelas tidak disarankan untuk disaksikan oleh anak. Bila pun anak sudah cukup besar, disarankan tetap ada pendampingan orangtua untuk membentengi anak dari efek negatif yang ditampilkan oleh tayangan tersebut,” pintanya. (Red/RG)