33 TV Kabel di Riau Tanpa Sensor

altPekanbaru - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau menerima sejumlah laporan adanya TV kabel yang menayangkan adegan pornografi tanpa sensor. Kondisi itu sangat memungkinkan, karena seluruh TV kabel di Riau belum ada yang memiliki peralatan sensorship.

"Sekarang ini di seluruh Riau terdapat sekitar 33 usaha TV kabel, seluruh beroperasi tanpa melengkapi peralatan sensor adegan porno," papar Koordinator Bidang Perizinan KPID Riau Alnop Rizal saat berbincang dengan salah satu media online di Riau, Jumat, 2 Maret 2012.

Berdasarkan ketentuan, semestinya pengusaha TV kabel sebelum beroperasi wajib memiliki peralatan sensor, tetapi karena alasan harganya mahal, tidak ada yang bersedia membeli dan minta waktu untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Sebenarnya, jika belum sanggup menyediakan peralatan sensor, sistem sensor bisa dilakukan secara manual. "Misalnya sebuah TV kabel menyediakan 30 kanal siaran, maka mereka harus menyediakan 30 monitor untuk seluruh kanal, sehingga ketika di salah satu kanal sedang menayangkan adegan mesum, bisa dimatikan secara manual sampai adegan porno itu habis barus dihidupkan kembali," tuturnya.

Untuk mencegah dampak munculnya adegan porno di siaran TV kabel terus meluas, Alnov mengatakan pihaknya berencana mengumpulkan seluruh pengusaha TV kabel untuk mencarikan solusi terbaik. Usaha TV kabel tidak mati, tetapi pornografi tidak terus menyebar.

Sebagai data tambahan, Alnov mengatakan bahwa lokasi TV kabel di Riau tidak hanya di kota besar, tetapi sudah menyebar hingga kota kecil, tingkat kecamatan dengan pelanggan puluhan orang. Red/Riauterkini/RG