Minggu, 22 November 2009    

Senin, 1 September 2008
Gaya Kebanci-bancian Di Televisi Bukannya Untuk Dikomersilkan
29/08/2008

Tayangan dengan tampilan model kebancian-bancian yang ada di televisi merupakan tayangan yang mengeksploitir dan memanipulasi gangguan seksual terhadap komunitas tertentu untuk tujuan komersil. Tayangan kebancian-bancian ini juga bisa memberikan pengaruh kuat terhadap perkembangan perilaku anak-anak.

Hal itu diungkapkan oleh akademisi dan pengamat pendidikan, Arif Rahman, dalam dialog publik KPI Pusat dengan tema “Tampilan dengan Model Kebanci-bancian di Televisi Kita”, Sabtu (30/8).

Menurut Arif, gangguan seks pada komunitas tertentu (banci) yang ditiru sebagai gaya dalam beberapa tayangan televisi bukanlah untuk dieksploitir. Banci itu merupakan gangguan atau penyakit yang harus ditolong.

“Tayangan-tayangan dengan model kebanci-bancian ini harus dihilangkan dari wajah televisi kita, pasalnya ini akan membuat banyak peniruan-peniruan khususnya pada anak-anak,” jelas Arif.

Hal senada juga diungkapkan oleh Rani Razak Noe’man dari Yayasan Kita dan Buah Hati, menurutnya anak-anak memiliki kecenderungan besar untuk terpengaruh dan mudah meniru setiap model atau gaya yang ada dalam program televisi yang mereka saksikan.

Bahkan dari hasil survey yang dilakukan oleh Rani di beberapa kota di Indonesia, tayangan-tayangan seperti mamamia atau superseleb yang banyak memakai model kebanci-bancian ini disadari sebagian responden tidak baik untuk ditonton karena memang tidak banyak mendidik.

Untuk mengurangi dampak buruk tayangan seperti, Arif dan Rani menyarankan para orangtua mendampingi anak-anak mereka ketika menyaksikan acara televisi dengan juga memberikan pengarahan dan bimbingan mengenai buruk baiknya tayangan tersebut. Selain itu, mereka berharap agar KPI untuk menata tayangan-tayangan televisi supaya lebih baik dan mendidik.

Sementara itu, ketua KPI Pusat, Sasa Djuarsa Sendjaja mengatakan bahwa hampir disemua stasiun televisi mempunyai tayangan-tayangan dengan model seperti ini. Padahal, tayangan-tayangan dengan model kebancian merupakan bentuk dari pelecehan terhadap kelompok tertentu dan itu melanggar aturan dalam P3 dan SPS KPI.

Terkait model kebancian ini, Sasa menyatakan KPI akan membuat dan mengeluarkan surat peringatan kepada semua stasiun televisi untuk tidak menampilkan atau membuat tayangan dengan model kebancian-bancian. Red




home


BILA ANDA MEMPUNYAI KELUHAN, SILAKAN KIRIM SMS PENGADUAN KE
ATAU TELEPON KE

Keyword :
 
17 November 2009
KPI dan Dewan Pers Tidak Pernah Melarang Siaran Langsung Sidang Pengadilan

Arsip Siaran Pers :


  • Kajian Tayangan Anak Bulan Maret 2009

    Oleh: Yaziwan Uyun

    Tayangan anak merupakan satu dari sekian banyak program tayangan yang disuguhkan di layar kaca. Program tersebut sejatinya ditujukan bagi anak-anak agar mereka mendapat nilai-nilai positif bagi perkembangan dirinya seperti nilai agama, pendidikan, budi pekerti dan moral. Berdasarkan survei komposisi penonton televisi berdasarkan usia, penonton usia 5-15 tahun menempati porsi yang cukup besar yaitu hampir 30% (data AGB Nielsen 2008.


    lebih rinci
  • IPTV-TV Masa Depan

    Oleh: Yaziwan Uyun

    Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat melahirkan konvergensi berbagai jenis media baru. Jenis media ini tidak sederhana untuk dikelompokkan ke dalam bagian dari broadcast, telekomunikasi ataupun internet

    lebih rinci

Gedung Sekretariat Negara
Lantai VI
Jl.Gajah Mada No.8, Jakarta 10120
Indonesia
Telp. 021-6340713
Fax. 021-6340667, 6340679