Komisioner KPI Pusat Agung Suprio.

 

Jakarta - Komisioner KPI Pusat Agung Suprio menyinggung hasil survei indeks kualitas program siaran TV yang dilakukan KPI hingga penyiaran perbatasan dalam Rapat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) di Rapat Aula DH 5, Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapennas), Rabu (12/9/2018).

"Kita baru selesai menyelenggarakan survei indeks tahap II pada tahun 2018. Kita berharap agar survei ini menjadi data kritis terhadap tayangan siaran televisi," ucapnya.

Survei menjadi salah satu point dalam pembahasan Focus Group Discussion Penyusunan Study RPJMN 2020-2024 Bidang Politik dan Komunikasi. "Harapannya ke depan, survei yang dilakukan KPI bersama 12 Universitas menjadi acuan tayangan di televisi. Disitu kualitas televisi akan Berjaya," tuturnya.

Selain hasil survei, Koordinator bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran ini juga menjelaskan tentang penyiaran perbatasan. "Penyiaran perbatasan mempunyai semangat nasionalisme," katanya.

Pasalnya, lanjut Agung, masyarakat yang berada di daerah perbatasan lebih mudah menerima informasi dari negara tetangga ketimbang informasi dari televisi nasional. "Penyiaran perbatasan bertugas memupuk nasionalisme dan integrasi nasional. Dan inilah yang kami kerjakan bersama pemerintah," tegasnya.

Selama ini, penyiaran perbatasan sudah terlaksana di beberapa daerah perbatasan. Rapat yang dimulai dari jam 14.00 juga dihadiri juga oleh Arya Mahendra Sinulingga, Heychal, dan beberapa narasumber lain. ***

 

Hak Cipta © 2018 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.