Vietnam – Stasiun TV Vietnam mengeluhkan adanya pembajakan dan juga pelanggaran hak cipta yang mengakibatkan perusahaan mereka tidak dapat berkembang. Mereka mendesak Kementerian Informasi dan Komunikasi Vietnam untuk menjatuhkan sanksi yang lebih berat kepada pelaku pembajakan. Demikian informasi tersebut diperoleh kpi.go.id dari vietnamnet.vn.

Akibatnya dari pembajakan itu ARPU (Average Revenue per User) atau dapat juga dikatakan pendapatan rata-rata per pengguna jaringan turun menjadi $ 3 jumlah tersebut merupakan tingkat terendah di kawasan ASEAN untuk perbandingan di Thailand pendapatan mencapai $ 12, Malaysia $ 16 dan Indonesia $ 14.

Meskipun harga berlangganan sudah diturunkan, namun perusahaan televisi masih kesulitan untuk berkembang karena mereka harus bersaing dengan OTT TV tanpa izin yang sekaligus melakukan pelanggaran hak cipta.

Menurut Le Quang Nguyen selaku Direktur Long Television kejadian paling umum dilakukan oleh pembajak adalah mereka mengunduh konten TV untuk diupload ulang di YouTube, Facebook dan situs web tanpa izin. Pelanggar dapat menipu sistem pengecekan hak cipta YouTube dan Facebook dengan mendistorsi suara dan mengurangi bingkai foto bahkan ada beberapa situs yang mendapatkan sinyal langsung dari saluran televisi stasiun tanpa izin dan mengemas tayangan tersebut untuk menarik pengiklan.

Guna menanggulangi hal itu Nguyen mengusulkan sanksi yang lebih berat terhadap pelanggar untuk mencegah mereka. Denda saat ini dari VND50-500 juta terlalu rendah dibandingkan dengan keuntungan hingga ratusan miliar yang didapat pembajak.  Red dari vietnamnet.vn

Hak Cipta © 2017 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.