Jakarta - Gugus Tugas Pengawasan Penyiaran Pemberitaan dan Iklan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2014 yang terdiri atas Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan Komisi Informasi Pusat (KIP), diresmikan sore ini di Jakarta (3/6). Selain itu, KPI dan Dewan Pers juga meresmikan Gugus Tugas Penanganan Pelanggaran Isi Siaran Jurnalistik.

Dalam acara tersebut, Ketua KPU Husni Kami Manik menyatakan bahwa gugus tugas ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang sudah dilakukan pada dua bulan lalu. Menurutnya, banyak tuntutan masyarakat kepada penyelenggara negara yang memiliki kewenangan, agar dalam penyelenggaraan pemilihan umum ini lembaga penyiaran menunjukkan keberpihakannya pada kepentingan masyarakat. “Juga melaksanakan fungsi yang sebesar-besarnya untuk kesuksesan pemilu”, ujar Husni.

Lebih jauh, Husni menyampaikan bahwa keberadaan gugus tugas ini diharapkan dapat memotong jalur birokrasi dalam pengawasan dan penindakan atas pelanggaran yang dilakukan pada masa kampanye. Husni berharap, tiga lembaga yang ada dalam gugus tugas ini dapat bersinergi pada ranah pengawasan dan KPU yang melakukan penindakan sebagaimana hasil rekomendasi gugus tugas ini. “KPU berharap gugus tugas ini mulai menjalankan fungsinya. Karena mulai besok, kampanye pilpres akan dimulai, dengan semua jenis kegiatan kampanyenya,” ucapnya.

Selain itu, Husni juga menyampaikan pada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dapat mematuhi seluruh ketentuan yang sudah menjadi hukum positif di Indonesia. “Kami berharap pemanfaatan media diatur dengan baik. Dan pasangan calon tidak aji mumpung!”, tegasnya. Meskipun para pemilik lembaga penyiaran ada bagian dari tim pemenangan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Husni berharap kedua pasangan calon tersebut tidak menggunakan lembaga penyiaran untuk kepentingan kemenangan timnya.  

Selain Husni, Ketua Bawaslu, Ketua KIP dan Ketua Dewan Pers juga ikut memberikan sambutan pada acara yang juga diikuti oleh pimpinan lembaga penyiaran ini. KPI juga memberikan kesempatan kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden untuk menyampaikan gagasan dan konsep yang akan dibawa untuk memperbaiki dunia penyiaran di Indonesia. Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang hadir pada acara ini hanya dari pihak Prabowo-Hatta Rajasa yang diwakilkan pada tim suksesnya, Helmi Adam.

Hak Cipta © 2020 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.