Tgl Surat

2 Agustus 2012

No. Surat

450/K/KPI/08/12

Status

Teguran Tertulis

Stasiun TV

SCTV

Program

Siaran  "Sabarrr Tingkat 2"

Deskripsi Pelanggaran

Pada tanggal 22 Juli 2012 pukul 01.43 WIB menayangkan adegan yang melecehkan orang dan/atau masyarakat dengan kondisi fisik tertentu atau orang dengan orientasi seks dan identitas gender tertentu serta pelanggaran terhadap norma kesopanan. Adegan-adegan tersebut adalah :
1. Jarwo Kuat memanggil istrinya "sapi".
2. Seorang perempuan menyebut pemain lainnya "banci".
3. Setelah Tukul berbicara, Jarwo Kuat berkata, "Tadi yang ngomong tomcat ya?" Eman menyahut "Bukan tomcat, tapi ulet bulu keket".
4. Jarwo Kuat menyebut seorang pemain dengan "banci kaleng".

Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas perlindungan kepada orang dan/atau masyarakat tertentu, perlindungan anak, norma kesopanan, dan penggolongan program siaran.

Selain itu, KPI Pusat juga menemukan pelanggaran yang sama pada program tanggal 21Juli 2012, yaitu : 1. Tukul berkata "Anak saya celananya melorot saya betulin. Istri saya celananya engga melorot, saya pelorotin".
2. Seorang yang bertubuh pendek disebut "aseton" dan "batu nisan".
3. Seorang perempuan mengambil uang dari dadanya, kemudian menyerahkan ke Tukul. Tukul mencium-cium uang tersebut.

Pada tayangan 23 Juli 2012, menayangkan adegan :
1. Jarwo Kuat menyebut Eman dengan "tokek".
2. Jarwo Kuat memarahi anaknya karena pacaran dengan tangan diremas-remas Eman. Anaknya menyahut "Daripada meremas yang lain, kan mendingan tangan".
3. Seorang yang berkepala botak disebut Tukul "lampu taman".
4. Seorang pemain disebut oleh Jarwo Kuat "mukanya kayak kuda".
5. Jarwo Kuat mengatai anaknya "Itu kamu baru anak orang gila namanya".
6. Jarwo Kuat berkata, "Masih mending air yang keluar. Kemarin Kecoa (dari mulutnya)".
7. Sapullete menyebut seorang pemain perempuan degan "biawak".

Pada tayangan 24 Juli 2012, adegan yang dimaksud adalah :
1. Hansip menyebut orang bertubuh pendek dengan "stempel kelurahan". Orang yang sama disebut Tukul dengan "biji karambol".
2. Ginanjar menyebut Emam sebagai E-e di delman". 3. Tukul menampar seorang pemain yang berperan sebagai preman.
4. Seseorang menyebut Ginajar, "Preman semampai, semeter tak sampai".

Pada tayangan 25 Juli 2012, adegan yang dimaksud adalah :
1. Orang yang bertubuh pendek disebut ibunya sebagai "laler" dan "ulet".
2. Tentang anaknya yang bertubuh pendek tersebut, bapak berkata pada istrinya, "Dulu kan saya mintanya full, kamu mintanya separo. Akhirnya jadinya cuma separo".
3. Ginanjar menyebut Tukul sebagai "turunan kuntilanak".
4. Eman mengatai orang lainnya, "goblok".

Pada tayangan 26 Juli 2012, adegan yang dimaksud adalah :
1. Seorang pemain perempuan berkata, "Mas Jamil sudah menge-e-eh aku...".
2. Seorang pemain mengatai penonton "Kalau keseleo diurut, yang ini mukanya kayak curut".
3. Sorang pria disebut "bonsai".
4. Jarwo Kuat mengatai seorang pria lainnya "Bego". 5. Jarwo Kuat menampar seorang pria.
6. Ustad berkata, "Tolong diperhatikan, tidak mudah ngomong dengan orang bodoh-bodoh ini".

Tindakan atas penayangan hal tersebut telah melanggar P3 tahun 2012 Pasal 9, Pasal 14 ayat (2), Pasal 15 ayat (1) huruf b dan c, dan Pasal 21 ayat (1) serta SPS Pasal 9, Pasal 15 ayat (1), Pasal 17 ayat (1) dn ayat (2) huruf b dan d, dan Pasal 37 ayat (4) huruf a.
Hak Cipta © 2021 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.