Perkuat MoU, KPID Tandatangani MoA dengan Prodi KPI STAIN Majene

Untuk Pelayanan Penyiaran, Kaltara Harus Bentuk KPI Daerah

Model Komunikasi KPI dan Mabes Polri Harus Direplikasi di Daerah

Menkominfo Ajak Kawal Revisi UU Penyiaran untuk Perkuat Keberadaan LPPL

Keberadaan Perda untuk Melindungi Hak Penyiaran Masyarakat 

TERKINI
Liberia Tutup Stasiun Radio yang Kritik Presiden

Liberia Tutup Stasiun Radio yang Kritik Presiden

22 Oktober 2019

Liberia - Kepolisian Liberia menutup stasiun radio Roots FM yang selama ini kerap mengkritik Presiden George Weah. Radio tersebut dituduh...

KPI Pusat Dukung KPID Terapkan OSS 

KPI Pusat Dukung KPID Terapkan OSS 

21 Oktober 2019

Ketua KPI Pusat, Agung Suprio, menjadi narasumber Seminar "Pemberdayaan Masyarakat dalam Menghadapi Perkembangan Teknologi Penyiaran" di Hotel Merlynn Park, Senin...

Mahasiswa Bisa Ubah Pola Tontonan Masyarakat

Mahasiswa Bisa Ubah Pola Tontonan Masyarakat

21 Oktober 2019

Jakarta -- Mahasiswa merupakan garda terdepan penyampai informasi yang baik, mendidik dan berkualitas ke masyarakat. Selain aktif memberi informasi, mahasiswa...

Generasi Milenial Harus Peduli Penyiaran

Generasi Milenial Harus Peduli Penyiaran

17 Oktober 2019

Pangkalpinang - Generasi milenial yang memiliki kecenderungan selalu aktif, kreatif dan inovatif merupakan aset bagi pengembangan kualitas penyiaran di tanah...

KPI Dukung Kebijakan Siaran Simulcast dan Digitalisasi Penyiaran di Perbatasan 

KPI Dukung Kebijakan Siaran Simulcast dan Digitalisasi Penyiaran di Perbatasan 

16 Oktober 2019

Jakarta -- Komisi Penyiaran Indonesia mendukung upaya pengembangan penyiaran digital di wilayah perbatasan dan kebijakan siaran simulcast, siaran bersamaan antara...

DINAMIKA PENYIARAN

Liberia Tutup Stasiun Radio yang Kritik Presiden

Liberia Tutup Stasiun Radio yang Kritik Presiden

22 Oktober 2019

Liberia - Kepolisian Liberia menutup stasiun radio Roots FM yang selama ini kerap mengkritik Presiden George Weah. Radio tersebut dituduh...

Singapura Akan Menjadi Negara Pertama yang Melarang Iklan Minuman Manis

Singapura Akan Menjadi Negara Pertama yang Melarang Iklan Minuman Manis

16 Oktober 2019

Singapura -- Singapura berencana melarang iklan minuman yang mengandung kadar gula tinggi. Saat ini pemerintah Singapura berusaha menanggulangi diabetes di...

Pakistan, Malaysia dan Turki akan Luncurkan Saluran TV untuk Lawan Islamofobia

Pakistan, Malaysia dan Turki akan Luncurkan Saluran TV untuk Lawan Islamofobia

27 September 2019

New York – Pakistan, Malaysia dan Turki menyepakati sebuah kerja sama untuk memerangi Islamophobia yang cenderung meningkat, terutama di negara-negara...

Otoritas Thailand Tangguhkan Izin Operasi Stasiun Televisi Voice TV 

Otoritas Thailand Tangguhkan Izin Operasi Stasiun Televisi Voice TV 

18 Februari 2019

Bangkok - Beberapa pekan menjelang dilangsungkannya pemilihan umum, regulator telekomunikasi Thailand menangguhkan izin operasional sebuah stasiun televisi. Penangguhan tersebut dijatuhkan...

TV Korea Selatan Siap Saingi Netflix

TV Korea Selatan Siap Saingi Netflix

04 Februari 2019

Seoul - Netflix kini dianggap sebagai layanan streaming andalan penggemar serial TV, termasuk oleh mereka yang tinggal di Korea Selatan....

BERITA KPID

Rakorda KPID Jambi 2019: Media untuk Pendidikan Publik dan Pemecah Masalah

Rakorda KPID Jambi 2019: Media untuk Pendidikan Publik dan Pemecah Masalah

18 Oktober 2019

Sarolangun - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jambi menggelar Kegiatan Rakorda KPID Jambi tahun 2019 di Kabupaten Sarolangun. Rakorda...

Pemprov Sulbar Setujui Anggaran KPID Sulbar Tahun 2019 Rp 2,3 Miliar

Pemprov Sulbar Setujui Anggaran KPID Sulbar Tahun 2019 Rp 2,3 Miliar

16 Oktober 2019

Mamuju - Anggaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Barat disepakati Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sebesar Rp 2.3 miliar....

Kuatkan Siaran Perbatasan, KPID Kalbar Sambangi Pangdam Tanjungpura

Kuatkan Siaran Perbatasan, KPID Kalbar Sambangi Pangdam Tanjungpura

15 Oktober 2019

Kubu Raya - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Kalimantan Barat bersama jajaran melakukan kunjungan ke Kodam XII Tanjungpura, Selasa (15/10/2019). Kunjungan...

Plt Gubernur Aceh Lantikan PAW Anggota KPI Aceh

Plt Gubernur Aceh Lantikan PAW Anggota KPI Aceh

27 September 2019

(Plt Gubernur Aceh membacakan sumpah jabatan Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh, Masriadi, di Rumah Dinas...

Dukung KPID DKI, TP PKK Berharap Ibu-ibu Ikut Kampanyekan Siaran Sehat pada Keluarga dan Masyarakat

Dukung KPID DKI, TP PKK Berharap Ibu-ibu Ikut Kampanyekan Siaran Sehat pada Keluarga dan Masyarakat

19 September 2019

Jakarta - Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta berharap agar para kader PKK yang tersebar di seluruh wilayah ibukota dapat...

VIDEO
AGENDA
21
Okt
Kantor KPI Pusat, Jalan Djuanda No.36.

22
Okt
Kantor KPI Pusat, Jalan Djuanda No.36.

NEWSLETTER

GALERI FOTO
October 2019
Mo Tu We Th Fr Sa Su
30 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3
KAJIAN

WAJAH KITA DI CERMIN PENYIARAN

WAJAH KITA DI CERMIN PENYIARAN

22 Agustus 2019

WAJAH KITA DI CERMIN PENYIARAN Oleh Aswar Hasan (Komisioner KPI Pusat) Mau tahu bagaimana wajah masyarakat dan negara Republik Indonesia?...

Gurita Rating Masih Melingkari Media Televisi

Gurita Rating Masih Melingkari Media Televisi

24 Agustus 2018

Gurita Rating Masih Melingkari Media Televisi Indonesia merupakan salah satu Negara di kawasan Asia Tenggara yang sudah mengalami perkembangan yang...

Menuju Satu Dekade Pengabdian

Menuju Satu Dekade Pengabdian

09 April 2018

Menuju Satu Dekade PengabdianOleh:Rifky Anwar,SH,M.Kn \ Komisioner KPI Daerah Nusa Tenggara Barat, Rifky Anwar Eksistensi KPI dan KPID sebagai representasi...

9 Perintis Penyiaran Indonesia

9 Perintis Penyiaran Indonesia

05 April 2018

9 Perintis Penyiaran Indonesia OlehHari Wiryawan*)Direktur Lembaga Pers dan Penyiaran Surakarta (LPPS) Penetapan Harsiarnas oleh Pemerintah RI tidak disertai dengan...

Netralitas Media Penyiaran

Netralitas Media Penyiaran

05 April 2018

Netralitas Media PenyiaranRefleksi HARSIARNAS ke - 85 (1 April 1933 – 1 April 2018)Diskursus tentang netralitas media massa di Indonesia,...

Netralitas Media Penyiaran
Refleksi HARSIARNAS ke - 85  (1 April 1933 – 1 April 2018)

Diskursus tentang netralitas media massa di Indonesia, pada paruh satu dekade terakhir ini menyisakan trauma mendalam di benak publik. Masih segar dalam memori kita, saat jelang hingga pasca pemilihan presiden 2014 silam. Kala itu, terjadi kubu-kubuan. Bukan hanya di lingkup antar partai politik (parpol) pengusung calon presiden semata, namun sudah merembet jauh ke tengah massa pemilih, akibat pemberitaan “berat sebelah” dari media, terutama media penyiaran. Berbagai media elektronik ini kemudian pecah menjadi dua kutub. Muncul pro-kontra yang berujung dikotomi. Ini televisi kita, sedangkan itu televisi mereka. Terjadi polarisasi pembentukan opini publik dalam berbagai segmen pemberitaan. Padahal tugas utama media adalah menyampaikan fakta dan data secara akurat. Menjunjung akuntabilitas tanpa embel-embel.

Menyebut kata media, saya jadi ingat dengan kemeja pria. Analogi sederhana ini muncul sebab kemeja itu terdiri dari tiga ukuran standar. Ada ukuran S (small), M (medium), dan L (large). Sesuai dengan namanya, maka media itu berada di tengah. Bukan S. Bukan pula L. Tidak kekecilan serta tidak kebesaran. Jadi ia tidak ke kiri. Juga tidak ke kanan. Poin ini mengindikasikan bahwa media bergerak pada tataran tengah (baca; netral). Hingga menjadi penengah dari dua sisi yang berbeda. Otomatis ia harus menjunjung tinggi tatanan informasi yang adil, merata, berimbang, serta bertanggung jawab tentunya.


Bahaya Media Partisan


Betapa dahsyatnya dampak dari pemberitaan yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab. Terutama media partisan. Bukan hanya mengobrak-abrik rasa keadilan publik. Lebih dari itu, akan mengacaukan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Di sini dapat saya kemukakan suatu bentuk “kecerobohan” media penyiaran yang melahirkan suatu peristiwa tragis (genosida) terjadi di Rwanda, sebuah negara kecil di Afrika Tengah, medio 1994 silam. Suku Hutu sebagai  suku mayoritas “membantai” suku Tutsi yang minoritas. Lewat siaran Radio Television Libre des Mille (RTLM) milik suku Hutu, dipancarkan berita-berita agitatif nan provokatif menggunakan siaran transmisi milik pemerintah. Hingga dapat menjangkau khalayak pendengar ke seantero negeri.


Materi beritanya khusus menyebarkan propaganda tentang rasisme terhadap suku Tutsi. Siaran kebencian “digarap” secara inten dan masif. Hampir setiap menit terdengar seruan dan lagu yang dapat membakar amarah suku mayoritas. Dalam kurun waktu relatif singkat, akhirnya pertumpahan darah pun tak terelakkan. Suku Hutu secara brutal membunuh setiap orang dari suku Tutsi yang ditemuinya. Tua-muda, besar-kecil, pria-wanita, semuanya dihabisi tanpa ampun. Data Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyebutkan aksi genosida ini memakan korban sia-sia lebih dari satu juta jiwa. Kisah nyata ini telah difilmkan oleh pihak Hollywood (2004) , dan diberi judul ‘Hotel Rwanda’.


“If You tell a lie big enough and keep repeating it, people will eventually come to believe it”, (Jika Anda mengatakan kebohongan yang cukup besar dan terus menerus mengulangnya, pada akhirnya publik  akan memercayainya).  Kutipan sepenggal kalimat di atas pernah dicetuskan Joseph Goebbels, Menteri Penerangan Publik dan Propaganda Jerman, tahun  1933, di bawah komando diktator Adolf ‘Fuhrer’ Hitler. Sebagai seorang propagandis ulung, Goebbels banyak disegani oleh para ilmuwan, bahkan hingga kini. Itu karena ia dianggap sebagai pelopor dan pengembang teknik propaganda modern. Racikan jitu hasil kepiawaiannya dijuluki teknik Big Lie (kebohongan besar).


Prinsip dari teknik ini adalah menyebarluaskan berita bohong via media massa sebanyak dan sesering mungkin. Hingga kemudian kebohongan tersebut dianggap sebagai suatu kebenaran. Cukup sederhana, namun mematikan! Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan aksi propaganda yang disebarkan tangan kanan sang Fuhrer ini. Dalam menjalankan misinya, Goebbels menggunakan siaran radio dan film sebagai media propaganda massal. Asumsinya, kedua alat ini dianggap ampuh serta mampu menjangkau berbagai belahan bumi untuk menyebarluaskan doktrin Nazi.


Butuh Siaran Sehat Berkualitas


Kini, di era kebebasan pers serta paparan informasi yang tinggi. Masih  ada sejumlah lembaga penyiaran televisi dan radio swasta yang coba-coba bertindak subjektif. Khususnya yang bersegmentasi berita dan informasi. Para pemiliknya – yang kebetulan petinggi parpol tertentu – secara  terang-terangan terus ‘mencitrakan’ diri dan parpolnya. Sambil menyudutkan parpol lain yang secara kebetulan tidak sealiran. Apakah para owner itu lupa bahwa frekuensi itu bukan milik mereka? Hanya dipinjamkan secara periodik saja. Sebab frekuensi adalah sumber daya alam yang sangat terbatas. Mestinya digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan publik, sebagai pemilik sah frekuensi di negeri ini.


Bagaimana menciptakan siaran televisi dan radio yang sehat dan berkualitas? Tentu berawal dari faktor regulasi. Sejauh mana aturan itu mampu menjadi guidance bagi praktik penyiaran dan bagaimana penegakkannya? Berikutnya, faktor produksi. Aspek ini terkait dengan komitmen dan profesionalisme insan penyiaran, dengan harapan akan menghasilkan produk siaran yang baik dan berorientasi pada kepentingan publik. Terakhir, faktor konsumsi. Ini berkaitan erat dengan sikap, selera, dan partisipasi masyarakat terhadap penciptaan penyiaran yang sehat dan berkualitas. Publik harus memiliki kesadaran untuk bersikap tepat dan tegas di hadapan media. Intinya, pekerja media massa harus selalu menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugasnya.

#Indonesia Bicara Baik 

Awal April ini,  masyarakat penyiaran Indonesia kembali memperingati Hari Penyiaran Nasional/HARSIARNAS ke-85   (1 April 1933 – 1 April 2018). Momentum  HARSIARNAS  dikaitkan dengan Rapat Koordinasi Nasional Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengangkat tema besar, “Menjaga Keutuhan NKRI melalui Dunia Penyiaran yang Sehat dan Berkualitas”. Ada hal baru dan menarik pada event HARSIARNAS  kali ini yang dilaksanakan di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu kampanye tentang Indonesia Bicara Baik. Pesan moral ini memiliki tujuan besar agar dalam berkomunikasi, baik itu  pada tataran masyarakat, pemerintah, dan terlebih khusus media penyiaran harus selalu berbicara baik yang berujung pada keutuhan NKRI.

Oleh : Alwi Sagaf Alhadar, Komisioner KPID Maluku Utara  



Hak Cipta © 2019 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.