Sabtu, 31 Juli 2010    

Film perusak mental anak bangsa

Ari Samanto, Jawa Tengah


Mohon dicekal Film baru yang berjudul ML (mau lagi) itu film jelas porno sekali apa lagi bila ditonton oleh generasi muda kita, film ini mengetengahkan kehidupan free sex yang jelas tidak sesuai dengnkebribadian kita bangsa indonesia juga bertentangan dengan kaidah beragama

ini sinopsis lengkap

GENRE : Drama Komedi
PEMAIN : Ratu Felisha, Nadia Ernesta, Hardi Fadhillah, VJ Marissa, Olga Syaputra, Ferry Irawan, Gusti Randa, Five V
SUTRADARA : Thomas Nawilis
PENULIS NASKAH : Awi Suryadi
PRODUSER : Shankar RS. B.Sc
RUMAH PRODUKSI : Indika Entertaintment
DURASI : 90 Menit
KLASIFIKASI PENONTON : 13 Tahun Keatas (13+)
TANGGAL RILIS :

SINOPSIS :
Wisnu, mahasiswa tampan sinematografi, namun belum pernah pacaran, sedang menyelesaikan tugas akhir berupa film dokumenter tentang pergaulan bebas di kalangan mahasiswa. Tinggal serumah dengan Mario dan Askar yang penuh dengan kisah asmara yang bebas, menjadi bahan film dokumenter Wisnu. Lama-kelamaan Wisnu jengah dengan kehidupan sex bebas teman-temannya. Sementara, Mario sangat khawatir dengan Wisnu yang dingin dengan wanita.

Akhirnya, Mario dan Wisnu taruhan membuktikan jika Wisnu tidak frigid. Dalam waktu satu bulan, Wisnu harus dapat pacar dan ML. Wisnu menerima tantangan itu dengan syarat Mario tidak ML dengan pacarnya Manda selama satu bulan

Banyak peristiwa tak terduga terjadi, termasuk kehamilan Manda. Benarkah Wisnu frigid? Akankah Mario mempertanggungjawabkan perbuatannya? Bagaimana pula kisah cinta Askar? Penuhi rasa penasaran dari kisah di atas dalam ML (Mau Lagi…?)

link download movie trailler sebagai buktinya :http://rapidshare.com/files/117141242/ML__Mau_Lagi__-_misshacker.com.rar

kalau tidak di cekal lantas apa gunanya komisi penyiaran indonesia



home



Keyword :
 
23 Juli 2010
KPI Bukan Ancaman Bagi Kemerdekaan Pers

Arsip Siaran Pers :


BILA ANDA MEMPUNYAI KELUHAN, SILAKAN KIRIM SMS PENGADUAN KE
ATAU TELEPON KE

  • Infotainment Dicerai Jurnalisme (Bagian I, II, III, IV, dan V)

    Dandhy Dwi Laksono

    Manakah yang lebih efektif dan memberi proteksi maksimal bagi publik: menempatkan infotainment dalam keluarga jurnalisme atau genre hiburan?

    Rapat antara Komisi I DPR dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Dewan Pers, 14 Juli 2010, diakhiri dengan kesimpulan yang membuka ronde baru dari perdebatan lama: infotainment itu jurnalisme atau bukan sih?


    lebih rinci

Gedung Sekretariat Negara
Lantai VI
Jl.Gajah Mada No.8, Jakarta 10120
Indonesia
Telp. 021-6340713
Fax. 021-6340667, 6340679