 |
| |
 |
|
|
Rabu, 21 Juli 2010 KPAI Minta KPI Dorong Lembaga Penyiaran Perhatikan Tayangan Anak-anak |
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk mendorong lembaga penyiaran memproduksi dan menayangkan program acara untuk anak-anak yang ideal bagi mereka. Permintaan KPAI ini tak lepas penilaian mereka atas minimnya tayangan anak-anak berkualitas yang ada di Tanah Air.
Hal itu diungkapkan ketua KPAI Pusat, Hadi Supeno, ketika melakukan kunjungan silahturahmi ke KPI Pusat bersama dua anggota KPAI lainnya, yakni Masnah Sari dan Yani Marwoto.
“Tayangan yang bernapaskan anak yang sehat sangat kurang. Tayangan hiburan untuk anak juga sangat kurang. Memang ada beberapa tayangan untuk anak di sejumlah televisi, tapi jumlahnya jika diakumulasi dengan tayangan lain sangat kalah jauh,” kata Hadi Supeno.
Selain meminta hal tersebut, KPAI mengharapkan KPI untuk berani melarang adanya siaran iklan rokok di televisi. Ini juga tidak lepas dari perhatian KPAI untuk melindungi anak-anak Indonesia dari bahaya merokok melalui iklan TV.
“KPAI punya penjelasan untuk iklan rokok. Pertama, kita melarang orang tua merokok di depan anak-anaknya. Anak-anak tidak boleh dilibatkan dalam tayangan iklan rokok. Kemudian, anak-anak tidak boleh dilibatkan proses pembelian rokok. Ibu hamil juga dilarang merokok. Orang juga tidak boleh merokok di depan ibu hamil. Kita tahu pengemasan iklan rokok di televisi bagus sekali dan daya tarik serta pengaruhnya sangat luar biasa bagi anak-anak,” ujar Masnah Sari.
KPAI juga meminta agar tayangan mistik dan siaran yang menampilkan perilaku kebanci-bancian dihilangkan dari layar kaca. Tidak ketinggalan, KPAI juga meminta agar tayangan-tayangan pada bulan Ramadhan nanti dapat memberikan kenyamanan dan ramah terhadap anak-anak.
Dalam kesempatan tersebut, KPAI juga menyampaikan dukungan penuh kepada KPI terkait rencana KPI untuk meredefinisikan lagi program faktual yang ada di aturan KPI, termasuk infotainmen. Menurut Hadi Supeno, KPAI memahami rencana tersebut agar fungsi media dapat dikembalikan lagi pada tujuannya yang luhur, yakni mengedukasi masyarakat.
Menanggapi sejumlah permintaan dan dukungan tersebut, ketua KPI Pusat, Dadang Rahmat Hidayat, menyatakan rasa terima kasihnya. Soal tayangan bermasalah, memang diakui Dadang masih cukup banyak. “Kami tidak boleh menutup mata atas aspirasi dari masyarakat. Memang banyak acara yang tidak bermanfaat dan ini sangat disayangkan. Tapi, ada juga tayangan yang baik di televisi kita,” ujarnya.
Mengenai tayangan anak-anak, wakil ketua KPI Pusat, Nina Mutmainnah, menceritakan jika salah satu rencana revisi P3SPS adalah siaran anak. Salah satu masukan dari berbagai pihak kepada KPI adalah perlunya pengaturan mengenai jam tayang siaran anak. Revisi P3SPS akan dilakukan segera dengan meminta masukan dari berbagai pihak, salah satunya adalah KPAI.
Terkait dengan dukungan KPAI tadi, anggota KPI Pusat, Azimah Soebagyo menyatakan penghargaannya. Menurutnya, dukungan ini menjadi semangat bagi KPI untuk tegas soal isi siaran. “Kami sangat butuh masukan-masukan yang lengkap dari KPAI soal isi siaran dan revisi P3 dan SPS. Kami juga sangat terbuka untuk melakukan kerjasama dengan KPAI agar lebih baik lagi,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, hadir juga anggota KPI Pusat, Idy Muzzayad. Idy juga menyampaikan terima kasih kepada KPAI atas dukungan dan masukan yang diberikan ke KPI terkait sejumlah persoalan isi siaran. Red/RG/NM
|
|
|
|
 |